Hari Sabtu, hari nasional tanpa buku. Ah itu dulu. Sekarang kapan pun, hari apa pun, jam berapa pun, aku harus rela menunda istirahatku hanya demi ngejar-ngejar dosen pembimbing yang super sibuk. Ternyata begini repotnya nyusun skripsi. Juga hari ini. Bu Lia memintaku datang ke kampus. Itulah alasan kenapa aku di sini sekarang. Tepat di depan kantor jurusan Pendidikan Seni Rupa UPI.
Aneh sekali. Skripsiku ini lagi-lagi tak luput dari dosa-dosa kecil penggunaan EYD. Perbaikan lagi. Cetak ulang lagi. Keluar uang lagi. Intinya akhir minggu di bulan ini uangku semakin menipis.
Aku berjalan menuju kantin. Kampus tidak seramai biasanya, tentu saja. Aku sudah menginjak anak tangga terakhir. Lelah juga naik turun tangga lantai tiga. Di hari Sabtu ini tak sedikit yang datang ke kampus. Dua orang duduk di kursi dekat pintu masuk, satu orang sedang baca mading, beberapa orang mengotak-atik komputer tempat cek nilai, dan satu orang yang baru masuk gedung ini dan menyapa orang disana-sini. Pak Ridwan.
“Pagi Re!” giliran ia menyapaku.
“Pagi Pak!” ak
... baca selengkapnya di Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah Aku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Kamis, 28 Juli 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular Posts
Recent Posts
Unordered List
Pages
Blog Archive
-
▼
2016
(37)
-
▼
Juli
(12)
- Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah Aku
- Perjuangan Hidup
- Kho Ping Hoo - BKS#02 - Suling Mas
- Penyesalan Terlambat
- Evanity
- Kematian Tanpa Sesal
- Nikmatnya Jadi Pengangguran [Entrepreneur]
- Mundur Terus Pantang Maju
- Wiro Sableng #73 : Guci Setan
- Tentang Cinta Dalam Kehidupan Kita
- Kakakku Tersayang
- Memahami Jenis Dan Fungsi Filter Mental
-
▼
Juli
(12)
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar